Monday, November 19, 2012

Bukan 'Gila' Tapi Aktivitas Ini Sama-sama Tidak Sehat Bagi Jiwa

AN Uyung Pramudiarja

Jakarta - Gangguan jiwa tidak selalu berarti skizofrenia atau dalam bahasa awam sering disebut gila. Gangguan jiwa juga bisa berupa perilaku yang tidak sehat bagi jiwa secara keseluruhan. Adiksi atau ketagihan serta tindak kekerasan termasuk di antaranya.

Beberapa perilaku yang
tidak sehat bagi jiwa adalah sebagai berikut seperti dirangkum detikHealth, Rabu (24/10/2012).

1. Kecanduan internet
Memiliki ribuan teman di facebook dan ratusan follower di twitter bukan jaminan bahwa seseorang cakap dalam bergaul. Pergaulan di dunia maya kadang hanya kamuflase, menutupi kegagalan dalam pergaulannya di dunia nyata. Biasanya ketika seseorang merasa tidak percaya diri, ia akan berusaha menjadi pribadi yang lain di dunia cyber.

2. Tawuran dan bullying
Kekerasan di kalangan anak muda, seperti tawuran dan bullying bukan cuma menyebabkan dampak fisik seperti cedera dan koban jiwa. Banyak masalah kejiwaan yang bisa muncul karenanya, seperti trauma, minder dan depresi. Perilaku agresif itu sendiri termasuk gangguan perilaku yang terbentuk karena banyak faktor termasuk pola asuh orang tua dan lingkungan.

3. Alay
Sebenarnya definisi alay tidak terlalu jelas meski ada yang menyebutnya sebagai singkatan dari anak layangan. Istilah ini muncul begitu saja, lalu banyak dipakai meski mungkin hanya sedikit yang tahu betul apa maknanya. Yang jelas, perilaku ikut-ikutan sering menunjukkan adanya krisis identitas yang dipicu oleh berbagai masalah kejiwaan khususnya tidak percaya diri dan cemas karena takut tidak diterima dalam pergaulan.

4. Nonton video porno
Kecanduan apapun, termasuk video porno bisa dikategorikan sebagai gangguan jiwa yang butuh penanganan kalau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya jadi menarik diri dari pergaulan atau jarang masuk sekolah. Kalau sudah meracuni otak, pikiran pun jadi susah fokus dan akan sangat mengganggu produktivitas seseorang.

5. Pakai napza
Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif) serta gangguan jiwa sering muncul berdampingan dan saling mempengaruhi. Berbagai jenis gangguan jiwa mulai dari depresi hingga serangan panik bisa meningkatkan risiko penyalahgunaan napza, sebaliknya pengaruh napza bisa memperburuk riwayat gangguan jiwa. Tidak jarang gangguan itu berkembang jadi lebih berat, misalnya jadi skizofrenia atau dalam bahasa awam disebut gila.
Sumber: Click Here!!!
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Untuk membangun perkembangan pengetahuan penulis, saya harapkan bagi para pengunjung untuk memberi saran yang membangun.

 
;