Wednesday, November 14, 2012

Ini Siklus Kehidupan Sperma Seumur Hidup

Oleh: Putro Agus Harnowo 

Jakarta, Seperti halnya kondisi kesehatan dan organ fisik lainnya, sperma juga mengalami perubahan kualitas seiring bertambahnya usia. Sperma pria yang berusia 60 tahun kualitasnya tidak akan sebagus pada pria yang berusia 20 tahun, begitu pula jumlah sperma yang dihasilkan.

Peneliti telah berhasil mengamati siklus perubahan tersebut dan mendaftar berbagai risiko yang diakibatkan serta bagaimana cara mengatasinya. Mengetahui perubahan ini akan membuat para pria lebih menjaga investasi masa depannya dan mempertimbangkan waktu yang
tepat untuk memiliki keturunan.

Seperti dikutip dari Menshealth, Selasa (13/11/2012), berikut adalah daur hidup sperma seumur hidup:

1. Usia Remaja
Sebelum mencapai usia 14 tahun, bayi belum sanggup menghasilkan sperma yang cukup matang untuk membuahi sel telur. Saat remaja, sperma juga belum begitu bagus untuk membuahi sel telur sehingga meningkatkan kemungkinan cacat lahir dan kerusakan DNA pada setiap keturunan.

2. Usia 20-an tahun
Pada usia ini, pria memiliki jumlah sperma paling banyak dibanding usia-usia lainnya. Mayoritas sperma ini sudah siap bertempur dengan sel sperma lain untuk berlomba-lomba membuahi sel telur. Kemungkinan terjadinya cacat lahir berada pada titik terendah saat usia ini.

Jika ingin menjaga kesehatan sperma, usia-usia ini adalah saat yang tepat agar tetap bugar. Pria berusia 20-an tahun yang melakukan olahraga secara rutin 70 persen lebih kecil kemungkinannya menderita disfungsi ereksi di kemudian hari.

3. Usia 30-an
Pada saat masuk umur 30 tahun, kadar testosteron mulai turun. Akibatnya, tubuh pria menghasilkan sperma lebih sedikit dan ereksinya juga lebih lemah. Pria berusia di atas 35 tahun memiliki kemungkinan menjadi mandul 2 kali lebih besar dibandingkan saat berusia 25 tahun.

Selain itu, ada juga peningkatan risiko kerusakan DNA sperma secara signifikan dan mengarah pada gangguan kesehatan yang akan dialami keturunannya. Meningkatkan kualitas sperma sampai 74 persen dapat dilakukan dengan cara menghindari produk kedelai dan makan makanan kaya Zinc seperti tiram.

4. Usia 40-an tahun
Kelincahan sperma terus mengalami penurunan sebesar 0,7 persen setiap tahun sejak usia 20-an, sedangkan jumlah sperma yang mulai tak cakap berenang untuk dapat menuju sel telur juga meningkat 3,1 persen per tahun.

Ini artinya bahwa kemungkinan membuahi sel telur akan terasa lebih sulit meskipun belum menjadi mustahil. Untungnya, vitamin B-12 dengan dosis 1000 mcg setiap hari dapat meningkatkan kelincahan pergerakan sperma beserta jumlahnya.

5. Usia 50-an tahun
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Universitas New York, kemungkinan memiliki keturunan yang mengidap cacat lahir karena DNA-nya rusak meningkat 3 kali lipat pada usia ini. Sebanyak 1 dari 47 anak yang lahir dari ayah berusia 50 tahun mengidap beberapa macam kecacatan.

Untuk menurunkan peluang terjadinya kerusakan DNA, hindari obat anti depresan seperti Prozac. Sebuah penelitian yang dilakukan Cornell Medical Center telah menunjukkan bahwa obat ini menyebabkan kerusakan sperma sebesar 30 persen. Makanan yang kaya akan folat seperti sereal dapat mencegah cacat lahir.

6. Usia 60-an tahun
85 Persen dari sperma pria pada usia ini secara klinis sudah abnormal. Tak hanya itu, penurunan hormon juga membuat para pria tua lebih suka mendekap guling dan menyeruput susu hangat saat menjelang tidur.

Sumber: Click di sini !!!
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Untuk membangun perkembangan pengetahuan penulis, saya harapkan bagi para pengunjung untuk memberi saran yang membangun.

 
;